balitraffic
Bagian

Model lalu lintas · Denpasar, Kuta, dan Kuta Utara · 1 Agustus–30 September 2026

Antar, jemput, lalu ke Canggu

Setiap hari sekolah, satu keluarga di Denpasar punya empat jadwal berangkat: mengantar anak ke Sekolah pukul 07.10 WITA, menjemputnya pukul 10.10, berangkat ke Kantor di Berawa, Canggu, pukul 11.00, lalu pulang pukul 15.00. Kami memodelkan lalu lintas Bali selatan selama dua bulan untuk melihat jalan seperti apa yang mereka hadapi, dan kapan sebaiknya berangkat.

–menitdi jalan setiap hari sekolah (median model, enam perjalanan)
Ke Kantor, berangkat 11.00–menitrentang p10–p90: –
Pulang, berangkat 15.00–menitrentang p10–p90: –
Tambahan karena lalu lintas–menit seharidibanding jika jalan kosong, enam perjalanan
Selama dua bulan–jamdi jalan, dalam – hari sekolah

02 · Peta

Bali selatan, setiap 15 menit

Setiap 15 menit, model memberi tiap ruas sebuah indeks kepadatan (IK) dari 0 sampai 10, mirip Jam Factor milik HERE: 0 berarti kendaraan melaju secepat di jalan kosong, 10 berarti nyaris berhenti. Pilih tanggal, geser jamnya, atau putar satu hari penuh.

Saat diperbesar, jalan dua arah tampil sebagai dua garis, masing-masing di lajur kiri sesuai arah lalu lintas di Indonesia. Rumah, Sekolah, dan Kantor digambar sebagai area kira-kira (lingkaran putus-putus), bukan titik sebenarnya. Klik atau ketuk sebuah ruas untuk melihat kepadatannya sepanjang hari. Papan ketik: panah kiri dan kanan menggeser 15 menit (dengan Shift, 1 jam), Page Up dan Page Down berganti hari, spasi untuk putar atau jeda.

03 · Rutinitas

Satu hari sekolah, enam perjalanan

Antar dan jemput adalah perjalanan pendek di dalam kota. Yang panjang adalah perjalanan ke Berawa dan pulangnya. Bagian abu-abu tiap batang adalah lama perjalanan jika jalan kosong, bagian biru adalah tambahan karena lalu lintas, dan garis di bawah batang adalah rentang p10–p90.

04 · Temuan

Yang terlihat dari model

Seperti peta lalu lintas Jakarta karya Data Sekitar, kami menyusun beberapa pengamatan bernomor. Semuanya berasal dari model, jadi bacalah sebagai dugaan yang masuk akal, bukan kepastian.

    05 · Kalender

    Dua bulan dalam satu kalender

    Setiap kotak adalah satu hari. Warnanya menunjukkan berapa persen lebih lama perjalanan dibanding saat jalan kosong; skalanya ada di atas kalender. Kotak berbingkai tanpa isi adalah hari tanpa rutinitas: akhir pekan dan hari libur. Klik sebuah hari untuk rinciannya, lalu “Lihat tanggal ini di peta”.

    06 · Berangkat

    Kapan sebaiknya berangkat?

    Untuk tiap perjalanan, kami mensimulasikan keberangkatan setiap 5 menit, dari satu jam lebih awal sampai satu jam lebih lambat dari jadwal. Garis adalah lama perjalanan median; pita di sekelilingnya adalah rentang p10–p90. Antar dan jemput terikat jam sekolah, jadi untuk keduanya kami hanya menimbang pergeseran sampai 20 menit.

    07 · Hambatan

    Di mana waktu hilang?

    Ruas yang paling banyak menambah waktu perjalanan dibanding jalan kosong, rata-rata per hari sekolah. Jalan di dekat Rumah dan Sekolah, termasuk ruas awal dan akhir rute, digabung menjadi satu baris.

    08 · Moda

    Mobil atau motor?

    Motor bisa menyelip di antara antrean dan lewat jalan kecil. Sebagian besar selisih ini berasal dari asumsi model bahwa motor hanya menanggung sekitar separuh tambahan waktu di jalan dan sepertiga antrean karena bisa menyelip; asumsi ini belum diuji dengan data Bali. Model ini juga tidak menghitung keselamatan, panas, hujan, atau barang bawaan.

    09 · Metodologi

    Cara model ini dibuat

    Ringkasnya: peta jalan terbuka, perkiraan siapa bepergian ke mana dan kapan, lalu simulasi arus untuk setiap 15 menit selama dua bulan. Tidak ada angka lalu lintas 2026 di halaman ini yang diukur langsung di jalan; hitungan lama dari jurnal hanya dipakai untuk menyetel dan menguji model.

    Jaringan jalan

    Kami memakai jaringan jalan OpenStreetMap yang dirilis ulang oleh Overture Maps. Untuk tiap ruas, model memperkirakan tipe jalan menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, jumlah lajur, lebar, hambatan samping dari banyaknya tempat usaha di tepi jalan, kapasitas, dan kecepatan saat jalan kosong. Simpang bersinyal diambil dari data OpenStreetMap, ditambah perkiraan untuk persilangan jalan besar.

    Siapa bepergian, ke mana, dan kapan

    Wilayah studi dibagi menjadi sel heksagonal seluas kira-kira 0,7 km². Setiap sel punya penduduk (dari peta permukiman Meta HRSL yang disesuaikan dengan angka BPS), pelajar, lapangan kerja, kamar penginapan, dan tempat wisata. Dari situ model membangkitkan perjalanan kerja, sekolah (termasuk antar-jemput), belanja dan urusan lain, wisatawan, angkutan barang, serta lalu lintas yang hanya melintas. Setiap jenis perjalanan punya pola jam sendiri untuk hari sekolah, hari libur, Sabtu, dan Minggu.

    Dari arus ke kepadatan

    Perjalanan dibebankan ke jaringan jalan per jam dengan metode keseimbangan pengguna: setiap pengendara memilih rute tercepat dengan memperhitungkan kemacetan yang ditimbulkan pengendara lain. Untuk setiap tanggal dan setiap 15 menit, arus lalu disesuaikan dengan kalender sekolah, musim wisata, cuaca, dan acara. Antrean yang belum terlayani dibawa ke 15 menit berikutnya, sehingga kemacetan bisa menumpuk lalu terurai.

    Motor diasumsikan bisa menyelip: model hanya membebankan kepada motor setengah tambahan waktu di ruas jalan, 60% tundaan di simpang, dan 35% tundaan antrean. Asumsi ini belum diuji dengan data Bali, dan dari sinilah sebagian besar selisih mobil dan motor berasal.

    Rute keluarga dan ketidakpastiannya

    Untuk setiap hari, model mencari rute tercepat bagi keenam perjalanan, dengan kecepatan yang berubah tiap 15 menit sepanjang jalan. Setiap perjalanan disimulasikan berulang kali dengan variasi arus harian, waktu tunggu di simpang, dan kejadian acak. Hasilnya ditulis sebagai median (p50) dengan rentang p10–p90.

    Kalibrasi

    Indeks kepadatan dan kelasnya

    Indeks kepadatan (IK) membandingkan kecepatan model dengan kecepatan saat jalan kosong: IK = 10 × (1 − v / vkosong), termasuk waktu tunggu di simpang dan antrean. Batas kelas di situs ini: Lancar di bawah 2,5; Ramai lancar 2,5–3,7; Padat 3,7–7,5; Macet 7,5 ke atas. Batas Padat 3,7 setara derajat kejenuhan 0,85 pada ruas tanpa simpang, batas kelayakan PKJI. Skala rinci di peta memakai batas IK 0,5, 1, dan 2,5, yaitu 5%, 10%, dan 25% lebih lambat daripada jalan kosong. Data Sekitar dulu memilih batas kelas Jam Factor dengan melihat sebarannya; grafik di bawah memperlihatkan sebaran IK kami pada jam tersibuk pagi.

    Keterbatasan

    • Ini perkiraan, bukan data lapangan. Angka per ruas lebih tidak pasti daripada angka per perjalanan.
    • Data hitungan lalu lintas untuk menyetel model sedikit dan tersebar antara 2017 dan 2024. Tidak ada data GPS kendaraan untuk Denpasar; data kecepatan hanya dari dua survei ruas (2018 dan 2024), dan keduanya sudah dipakai untuk menyetel kurva kecepatan, jadi belum ada uji kecepatan yang bebas.
    • Puncak pagi pada hari sekolah adalah hasil model. Hitungan lalu lintas menunjukkan sore yang setidaknya sama ramainya dengan pagi, dan kalibrasi belum menghapus seluruh kelebihan arus pagi model. Kondisi pagi di jalan arteri mungkin sedikit terlalu padat, dan sore mungkin sedikit terlalu lancar.
    • Pola jam, jumlah perjalanan, pangsa motor, dan perilaku motor menyelip adalah asumsi.
    • Pembebanan dihitung per jam lalu dibagi ke 15 menit; antrean yang merambat sampai ke simpang sebelumnya tidak dimodelkan.
    • Dampak acara dan penutupan jalan diperkirakan dari berita dan pengumuman, bukan diukur.
    • Kecelakaan, kendaraan mogok, dan razia hanya masuk sebagai kejadian acak.
    • Antrean di gerbang sekolah dan waktu mencari parkir tidak dimodelkan secara rinci.
    • Upacara adat kecil dan penutupan jalan mendadak di luar daftar acara tidak masuk model.
    • Agustus dan September adalah musim kemarau; hujan dari data satelit dan stasiun cuaca hanya sedikit memengaruhi hasil.

    Privasi

    Lokasi Rumah dan Sekolah sengaja disamarkan: keduanya digambar sebagai area berjari-jari 750 m yang pusatnya digeser dari titik sebenarnya. Kantor digambar dengan cara yang sama, berjari-jari 500 m. Garis rute berhenti jauh sebelum area itu, dan dalam cerita, grafik, serta tabel rute, jalan di sekitar kedua area tidak disebut namanya. Jarak antara Rumah dan Sekolah tidak dicantumkan. Peta kota tetap menampilkan nama semua jalan utama, supaya jalan yang disembunyikan tidak justru menunjuk lokasi rumah.

    10 · Sumber

    Sumber, ketentuan, dan unduhan

    Unduhan

    Terinspirasi oleh “Lalu Lintas Jakarta di Pekan Kemerdekaan” karya Nurvirta Monarizqa (Data Sekitar, 2018).

    Peta dasar dan jaringan jalan © kontributor OpenStreetMap (ODbL) melalui Overture Maps Foundation.

    Perangkat lunak: MapLibre GL JS (BSD-3-Clause) dan D3 (ISC); huruf Plus Jakarta Sans (SIL Open Font License 1.1). Teks lisensi lengkap.

    balitraffic.tamaproject.com